04 April 2017

Tarbiyah Allah nyata untukmu sayang...


🌼kelas Bunda Sayang IIP🌼


Sesekali kupandangi hamparan sawah yang berada mengelilingi rumah ini. Tembok tinggi itu membuatku tak bisa memandangnya sesering mungkin, padahal segarnya hawa ini bisa membangkitkan semangat yang loyo.

Ya Allah, bolehkah kali ini ku memgungkap Aliran rasa yang kualami tepat di saat aku menulis ini? semoga kelak anak turunku yang membacanya tak pula merasakan sakitnya.

Maaf sedikit alay, tapi beginilah roller coaster kehidupan. Allah ciptakan kita tidak tanpa sebab, Allah berikan kita nikmat cobaan agar Allah tahu siapa yang beriman dan siapa yang tidak mensyukuri nikmatNya. 

Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat, saya pun memahaminya. Akan tetapi, saat ditabrakkan dengan hal-hal yang menyayat hati, sungguh tak semudah itu meng-iya-kan nya.

Tapi tak apalah, niat menulis malam ini, di prolog ini, hanya untuk membuang sampah emosi. Karena to be honest, otak ini serasa tak ada bayangan ingin menuliskan family project kami.

Hmmm, yasudahlah... cukup Allah dan saya yang tahu..

Family project kami, so far sudah berjalan. dan bisa dikatakan ini sudah memasuki puncaknya. satu hari satu karya dalam 10 hari telah terlaksana walau ada bolongnya, membuat little playland pun juga sudah berjalan, kurang membuat lemari baru dan mengecat ulang lemari lama. Banyaknya kegiatan suami membuat ini tersendat, sedangkan saya memahami kalau saya yang turun tangan di project mengecat ini, sangatlah kurang efektif. Jadi kami putuskan untuk mengerem sesaat keinginan kami ini.

Today, tak banyak yang kk lakukan dalam daily project nya. Ia lebih mengasah kemampuan naturalnya dengan bermain batu dan air on her trully yard (di halaman rumah kami). Ada perasaan over worried sebenarnya saat dia main di halaman, karena saya tidak bisa mengawasinya setiap saat, dan halaman yang cukup luas membuat saya kurang bisa fokus mengawasi. Padahal, banyak sekali berita kasus kejahatan terhadap anak yang beredar di sekitar kami. Dan motifnya semakin aneh-aneh.

kk belajar menumbuk dedaunan dengan batu, memberi makan burung jalak nias kami dengan bunga πŸ€”πŸŒ¬ menata sepatu dan sandal berjejer bak anak sekolah yang sedang upacara.

Yups, dia sedang merangkai angan. Begitulah cara anak belajar bersama alam. saya sering mengajaknya bertanam atau sekedar mencabut rumput di halaman belakang, mengayun sepeda di halaman rumah, dan sebagainya. Allah karuniakan kami tanah lapang, maka saya tak ingin menyiakan masa kecilnya hanya terkungkung di dalam rumah. Begitu bosan dia pasti.

Begitu sampai tiba waktu tidur siangnya, sedangkan saya sudah tidak kuat menahan kantuk karena sedang menidurkan adek zahrani. Tiba-tiba tangan kecilnya membangunkan saya, dia meminta susu kotak uhtnya. Dan sy pun hanya mampu mengatakan "ambil di tempat biasa ya kak, bunda ngantuk sekali..."
dia pun mengayunkan kaki kecilnya berlari mengambil susu. Setelahnya, saya terlelap.. Dan saat saya terbangun, ia sudah pulas dalam tidur siangnya.

Maasyaa Allah, berarti td kk minum susu lalu tidur sendiri sedang saya dan adek tidur satu kasur. Ya Robb, moga ini bagian dari caraMu mentarbiyahnya secara langsung. 

i Love you my sweetheart, alifa izzatunnisa.. be great honey.


#KelasBunSayIIP
#IIPSoloRaya
#TantanganFamPro
#Harike-13

03 April 2017

Ayok berkumpul....



Oh my Allah, Alhamdulillaah, pagi ini terlambat bangun, sepulang ayah dari masjid, saya masih terlelap di kasur bersama si kecil zahrani. Serasa sedih karena adzan tak terdengar bak alarm yang sudah distel, padahal jarak masjid hanya 100meter dari rumah.

'alaa kull hal, sesegera mungkin tancap pompa air dan beberes diri lalu ambil air wudhu, sholat pun telah terlaksana, lalu mesin cuci pun segera di putar karena hari ini akan memutar dua kali cucian (kemarin ahad tidak mencuci). Di sela -selanya, menyempatkan menata baju hasil setrikaan mak titi, belum selesai merapikan tumpukan baju, si kk sudah terbangun, prioritaspun seketika terganti. Bermanja ria dulu dengan sulung kami, bercengkera dalam pelukan mesra.

Hari ini, sudah tertancap keinginan untuk membuat karya bersama kk, lalu saya pun memulai diskusi bersamanya
"kakak nanti ayah di rumah hlo... gak ke kantor, kk pingin main apa sm ayah?"
"mau tanam tanam ajalah.."
"tapi anginnya lagi kenceng kali sayang, gimana kalo mainnya di dalem rumah?"
"yaudaah. sukak ati ajalah"

hehe, hidungnya yg sedang meler dengan riwayat alergi yang ada, membuatnya belum bersahabat dengan angin kencang, sesekali saja dia keluar saat ayah sedang mencuci motor-motor nya. 

Akhirnya, terbesit untuk membuat buah dari kardus kardus di rumah. Karena di rumah kami, kardus dan bekas botol air mineral dikumpulkan untuk ditukar dengan lembaram rupiah. Jadilah, kebanyakan media bermain kk memggunakan barang-barang tersebut.

Memulai dengan menyiapkan barang-barang, seperti kardus, gunting, spidol berwarna, kami pun baru bisa mengeksekusi siang setelah tidur. Sebelum itu? kk bermain jual-jualan. hehehe.


πŸ”Tujuan permainan ini, untuk mengidentifikasi bentuk, dan kemampuan menganalisa detail buah.
Kenapa memilih buah, bukan tatasurya atau binatang? to be honest, karena mencari bentuk yang simple dan sudah di hafalnya. karena buah menjadi santapan sehari-hari.

Hari ini ada 3 buah yang kami bentuk : stroberi, jeruk, anggur. Tapi untuk anggur, sudah hancur sebelum take foto. haha.

"Oke... ayok stoberi sama stoberi ya bun..., ayok sini sini kumpul..."
ia mainkan peran bak sutradara dengan aktornya buah-buahan hasil karya kami berdua.

Sesi cutting....


Sesi pengelompokan, fotonya sedikit kurang jelas, ✌



Siang inipun segera saya tulis, mumpung ada waktu saat menemani kk pasaran, dan adek tidur. Dan karena nanti sore jadwal saya ke dokter gigi yang sudah mendaftar sejak seminggu lalu.

See you moms! 😊


#KelasBunSayIIP
#IIPSoloRaya
#TantanganFamPro
#Harike-12


02 April 2017

Today is my "me time"



Ahad yang begitu ceria, pagi selepas subuh, kami bercengkerama berdua menunggu anak-anak terbangun. Begitu banyak cita-cita terurai di pagi itu, di luar masih tampak gelap, suasana syahdu terasa ditambah suara kodok kodok yang juga saling berdialog satu sama lain.

Tak ada suara mesin cuci memutar, tak ada suara air keran bak cuci piring terdengar, dan tak ada pula suara sreng sreng sreng di dapur mungil kami.

Kami benar-benar terlena akan suasana ahad pagi. Ahad yang beda karena pekan ini kami akan memulai rutinitas yang juga berbeda dari biasa. Kami merancang dimana akan dibangun toilet kuar rumah, sanitasi baru untuk tempat cuci baju, dan sebagainya. Iya, karena kami telah memindahkan kantor kami ke rumah ini. Harapan kami, kedepan usaha ini akan makin kuat mengakar, dan semakin berkah. Kami merancang desain baru nota-nota, kami mengetik info lowongan, dan sebagainya. Benar-benar all by our self.

Tetiba sekitar pukul 06.00 ada suara gaduh dalam bilik kamar, ternyata si kk kebingungan mencari bundanya, tergopohnya keluar setengah sadar, dan segera saya hampiri dalam pelukan, kembali ke kasur untuk sekedar merebahkan diri sejenak, lalu dalam senyum kecilnya, saya sampaikan kalau saya sangat sayang dia. Tak lupa pula minta maaf saat bunda sedang naik pitam. Senyum kecilnya kembali terurai disertai pelukan hangat. Hal ini biasa kami lakukan sebelum tidur, dan setrlah bangun tidur.

Selang beberapa menit, saya pun memulai aktivitas untuk memandikan anak-anak, dan sebelum itu tentulah saya dulu yang mandi. Si kecil masih terlelap dalam buaian mimpi, yaa hanya beberapa saat, dan si kk pun mulai memainkan jemari lentiknya untuk menggoda adek. Sedikit terbuka mata adek, kk pun langsung teriak girang, alhasil, saya yang belum sempat mandi, kebingungan. Tapi, pahlawan datang tepat pada waktunya, eciye.... suami dengan sigapnya mengajak bermain kedua gadisnya. Daan, tentunya saya pun bisa me time beberes diri.

Cukup lama, sekitar setengah jam saya beberes diri, menilik matahari yang tak kunjung menyapa kami, akhirnya anak-anak tak jadi berjemur di backyard. Dan saya segera memandikan anak-anak.

Sekitar pukul 07.00 kami sudah rapih seperti hari-hari biasa. Tapi, rapihnya hari ahad, pastilah beda karena kami akan pergi. hehe, 

Sekitar dua pekan sebelumnya, saya sudah mendaftar sebuah seminar Parenting dengan narasumber Ibu Perwitasari dari YKBH (Yayasan kita dan Buah Hati). Family programnya pun sudah diatur dari jauh hari, bahwa saya akan seminar, dan ayah mengajak kk jalan-jalan.

Suami saya bukan tipe yang mau diajak seminar, apalagi si kk tipe yang tak jenak duduk, jadilah mereka klop meninggalkan saya bersama adek dan mereka jalan-jalan. Biasanya selalu seperti itu saat saya sedang beracara.

Sebelum ke spot acara, kami mampir ke kedai bubur ayam bandung untuk sarapan, selepas itu, kami pun segera tancap gas ke tkp. Sesampainya sana, ayah dan kk sempat ikut masuk, tapi belum selesai sesi sambutan, kk sudah tidak tahan pantatnya. Haha. dan mereka pun dada bye bye....

Entah apa yang mereka lakukan, cuman satu pesan saya ke ayah, titip kk ya yah, hihi. 

Semimar berjalan hanya 2 jam. hmmm, waktu yang sangat sedikit untuk kelas seminar parenting, tapi saya yakini bahwa ini adalah kerja keras panitia, yang patut diapresiasi.

Sempat ada sesi 3 penanya dan Alhamdulillaah pertanyaan saya keangkut. 
(isi seminar, next time saya share deh, ini fokus family project ajah dulu). Dan di akhir acara, saya dimudahkan untuk berkenalan dengan bu wita (sapaan akrabnya), dan saya utarakan bahwa saya dari IIP. Beliau langsung nyambung, ibu profesional ya? waah, keren. Lalu saya mengajukan permintaan menimba ilmu padanya, dan beliau begitu welcome, iya mba silakan, nanti kita kontak-kontakan yaa.

Bu wita ini sering tandem dengan bunda elly risman untuk menangani anak-anak yang terpapar dan kecanduan narkolema. Ilmunya begitu saya idamkan untuk saya pahami, agar saya pun bisa kuat dan tahu cara efektifnya untuk mengedukasi bahaya narkolema pada anak-anak kami.

Adzanpun berkumandang, dan saya segera menuju masjid untuk sholat, di akhir acara sempat bertemu dengan sahabat yang lama tak bersua, saya pun banyak ngobrol ini itu sembari menunggu jemputan suami. Menunggu kurang lebih satu jam, sayanpun memgobrol soal narkolema, LGBT, HS, dsb. Obrolan seru kami terhenti saat suami saya sudah sampai, dan sayapun berpamitan.

Rencana kami setelah ini, memgunjungi pembibitan sayur hidroponik, sembari belajar. Akan tetapi, hujan deras mengguyur, dan kamipum mendelay kegiatan ini, karena disana pastilah tidak bisa melihat lebih dalam dikarenakan kebun juga pasti hujan. Dan kami memutuskan untuk makan siang di salah satu restoran di jalan slamet riyadi.

Sepanjang perjalanan, kk menceritakan bahwa tadi ia bersama ayah naik kuda, lalu tidur siang, setelahnya ikut ke kandang untuk memberi makan burung merpati pacuan ayah. Senanh sekali dari rautnya. Rona bahagia menghiasi wajah mungilnya.

Hmmmm, alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimush shalihat.

Begitu banyak aktivitas hari ini, yang membuat saya terecharge.

Dan semoga menjadikan kami lebih semangat dan powerfull menghadapi semua lika liku seminggu ke depan.


bubur ayam bandung "Wilujeng Sumping" 
Manahan, Solo

peralatan tempur minus camilah adek yg masih di dlm tas 😊



πŸ˜‰✌ yeeeay!

#KelasBunSayIIP
#IIPSoloRaya
#TantanganFamPro
#Harike-11

31 Maret 2017

Kugapai Cintaku kau Gapai Citamu....

by. Defi Sulistyana


Membiasakan kebiasaan baik, itu perlu energi yang sangat besarm energi ini mengalir untuk mensuplai diri agar tidak malas dan berhenti.
Seperti halnya, satu hari satu postingan ini, saya baru pada tahap 'untul bawang' kalau bahasa orang jawa. Masih amatiran.
Terkadang terbesit dalam hati aah, udahlah.. toh juga di rapel it's ok. aah, aq kan ngejar esensinya mendidik anak, dan aaah aaaah yang lain.
Tapi tidak, sekali lagi tidak. Justru dengan seperti ini, saya sedang ditarbiyah oleh Allah bab konsekwensi dan disiplin. 

Hariini, sedikit melelahkan karena ada sebuah project baru yang memang tidak terencana untuk dilakukan bersama anak, akan tetapi, mau tidak mau, anak tetap ikut andil di dalamnya.
Setelah sekian lama banyak masalah diurusan kantor, akhirnya diputuskan untuk memindahkan kantor ke rumah kami. Untuk efektifitas kerjaan. Dan jadilah kegiatan kami adalah bersih-bersih dan berbenah garasi yang akan di pakai sebagai kantor.
Kk pun tak luput dari tugas, mulai dari ikut menjaga adek saat saya harus berjibaku dengan debu (menyapu dan mengepel), ikut mengangkat teh yang memang dia sendiri yang pingin, dan lain lain.


Calon kantor Baru

Calon kantor baru (garasi kami)

Saat kk ikut mengangkat sisa teh dari gudang lama

Salah satu Mobil Sales kami yang di bawa dari kantor lama


Selepas siang, semua makan dan minum obat, dan Alhamdulillaah sesi berbenah tahap awal selesai. Tapi tahap berikutnya sudah menanti untuk dikerjakan.
Sekarang waktunya merecharge energi dengan istirahat, karena nanti sore sampai malam, bakal banyak lagi agenda maka disempatkan untuk menulis sebelum tidur siang, tentunya saat anak-anak sudah terlelap sih.

Moms, doakan usaha kami, dan share usaha kalian agar kamipun juga ikut mendoakan.

Barokallahu fiikum.

☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲☲

#KelasBunSayIIP
#TantanganFamPro
#IIPSoloRaya
#Harike-10
Karena Kita Saudara..

by. Defi Sulistyana


🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬🎬

Berada di tengah-tengah keluarga, pasti kita akan merasakan kenyamanan yang mendalam, saling bercengkerama, bersenda gurau, saling menasehati dan mengingatkan dalam setiap kebaikan. Saya yakin semuanya menginginkan hal seperti itu. Akan tetapi, tak pelak ada keluarga yang dicoba oleh Allah dengan segambreng ujian yang bisa jadi sayapun tidak kuat menghadapi. Karena Allah sudah berfirman bahwa Allah tidak akan membebani kita diluar batas kemampuan kita.

Misal saya, terlihat gagah dan kuat di luar, tapi saya itu cemen masalah LDRan, maka Allahpun menempatkan saya pada situasi dimana suami tidak bekerja jauh dari saya. Itu tapi hanyalah contoh kecil.

Hidup berkeluarga, bukan hidup hubungan antara suami dan istri saja, akan tetapi istri ke anak, suami ke anak, anak ke anak pula. Jika semua ini seimbang dan sinergis, maka cita cita ingin harmonispun tak sulit di dapat. Hidup berkeluarga membutuhkan hati seluas samodra, iya samodra kehidupan. 
Orang marah dan takit itu, pembuluh darahnya akan naik, lalu detak jantungnya menyepat, itu sebabnya kita dianjurkan oleh rasulullaah untuk murah senyum, bahkan dalam hadits beliau bab marah "laa taghdob, wa lakaljannah"  janganlah engkau marah, maka bagimu surga. 
Tuh kerenkaaan, janji Allah. Surga broooo! 

Keluarga tak melulu yg di dalam rumah, teman dan sahabat yang bertemu dan berpisah karena Allahpun adalah nikmat rejeki "keluarga". Dan saya merasakan keniatan berkeluarga bersama.teman-teman di admin IIP pada khususnya dan grup IIP Solo pada umumnya.

Semakin hari, chemistry kita semakin tampak, dan saya sangat bersyukur Allah menghadirkan kalian untuk memberi warna pada kehidupan saya.

Love you sist....

Waah, introductionnya kepanjangan yaa? xixix sengaja sih, 

Hariini kantor libur dan saya ajak anak silaturahim ke dokter anak (hehe periksa lebih tepatnya). Selepas itu saya juga periksa ke dokter umum πŸ˜€✌ dan malamnyaa, giliran ayah yang periksa ke dokter spesialis. asiiik paket kumpliiiiit. πŸ˜₯πŸ˜₯
Jadi pagi - siang kamipun tak berkreasi, dan siang sampai sore jam setengah 6pm anak-anak tidur pulas.

Hmmmm, waktu efektif yang cuma beberapa menit saja..

Tapi selalu saya syukur.
Alhamdulillah 'alaa kulli hal.

Sekian laporan saya, karena memang hari ini (himgga menjelang sore ) kami tak melakuka kreasi rumah seniri,.

☉🌣☉🌣☉🌣☉🌣☉🌣☉🌣☉🌣☉🌣☉

30 Maret 2017

Tumbang-pun Sudah Menjadi Bagian Dari Rencana Indah Allah

by. Defi Sulistyana

🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫

Memaklumi keberagaman tipe manusia itu berarti kita sedang berusaha adil dalam menilai orang lain, kita berusaha objektif memandang orang lain.

Ini salah satu wujud ketaqwaan kita pada Allah, karena nabipun tak sempurna.. apalagi kita yang jauh dari zaman beliau.. jadi pastilah kita banyak kealphaan. Memahami konsep seperti ini tidak membuat kita mudah 'baper' pada orang lain.

Sama halnya one day one post. Saat ini, mungkin saya masih bersemangat untuk menulis, berusaha istiqomah dalam menuntaskan amanah yang saya pilih (ikut matrikulasi dulu adalah pilihan saya, bukan paksaan). Tapi siapa yang tahu besok atau lusa, apa saya se-semangat ini? apa setiap hari bisa seperti ini? Allah yang Maha Tau, kerja kita hanya doa ikhtiar dan tawakkal.

Dan, benar adanya.. hari ini bisa dibilang saya mulai tumbang. Setelah hampir seminggu marathon diberi ujian sakit? sekarang tiba saatnya giliran saya. Sedari pagi, sudah menyuplai diri dengan mantra-mantra dzikir.. makan bergizi, minum vitamin, tapi lelah tak tertampik.

Semakin senja, semakin menjadi. Padahal, rencana hariini ingin sekali menulis daily project saya. Apalah daya, Allah berkehendak lain. Dan suamipun sudah pasang garda terdepan untuk menyuruh rehat bergadget.

Omigot! 
Bagaimana bisa? batinku, tapi ternyata... memang tidak bisa. haha. Saat suami tidak di rumah, gadget-pun tak jauh-jauhndari tempatku duduk ataupun tiduran.

Hingga akhirnya saya mulai mengalah pada keadaan, berusaha tetap bisa kuat menyiapkan menu untuk teman-teman Halaqah suami (malam ini ketempatan halaqah). Inipun berusaha sekuat tenaga mengumpulkan ide. Iya, memang jadi miskin ide saat badan tak karuan seperti sekarang.

Oke. ayah kasih jatah setengaj jam, setelah itu letak handphone-nya seru ayah. Setelah make a deal, saya-pun merangkai semua ini.

Aah, terlalu lama prologue nya ya...hehe. lebih tepatnya sih curhat kali yaa....

Hariini saya hanya akan menshare weekly programnya aja. Saya share lewat foto, di bawah ini : 

Proyek keluarga "Semyum Terkembang"


Day by Day, pembuatan playland dan tempat belajar.

Hap!!..Sudah mau setengah jam jadi saya mau dada bye bye!

🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫🌫

#KelasBunsayIIP
#IIPSoloRaya
#Day6th
#TantanganFamilyProject

29 Maret 2017

Kala Cinta memguatkanku...

by. Defi Sulistyana


🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝
Malam ini, banyak cerita sahabat yang membuat hati ikut sedih. Beberapa sahabat sedang diuji Allah dengan cobaan anak sakit. Iya, mommies lebih memilih dirinya yang sakit daripada harus melihat buah hatinya berjuang dalam sakitnya.
Hanya bisa ikut Alfatihah bagimu duhai sahabat-sahabatku yang kusayang karena Allahpun juga menyayangi kalian.
Ada yang sedang ditinggal DL oleh suami dan berjibaku dengan dua balita yang sama-sama sakit, ada yang anak-anaknya sakit hingga salah satu masuk RS, ada yang sedang WWL, dan saya pun, alhamdulillaah 'alaa kulli hal, si kk post fever, dilanjut ke si adek ☺⚘

Memang bagi sebagian kita yang tidak bisa mengeja nikmat sakit, musibah ini bisa menjauhkan kita dari kesyukuran pada setiap kesehatan yang kita dapat. Dan bagi yang beriman, maka Allah akan menaikkan derajatnya di sisi-Nya. Bukankah lebih baik populer di langit daripada hanya sekedar populer di bawah langit? ☄☄☄

Salah satu hikmah kenapa kita sangat dianjurkan untuk memilih sahabat, mencari orang-orang yang akan senantiasa mengingatkan kita pentingnya keayukuran pada Robb semesta Alam. Sahabat yang senantiasa menemani kita dalam doa-doanya. Karena bisa jadi kemudahan-kemudahan yang kita peroleh selama ini adalah hasil dari doa sahabat-sahabat kita.

Iya, Cinta karena Allah lah yang telah menguatkanku.. Mereka yang ada saat benar-benar dibutuhkan, walau jaraknya dari ujung timur dan ujung barat Indonesia. Mereka yang mensupport saat terkena masalah. Mereka yang meluruskan saat bimbang merana. Dan mereka pula yang menginspirasi untuk senantiasa meroketkan amalan-amalan.

Terimakasih sahabat-sahabatku, tanpa kalian, aku hanyalah remukan paru goreng. πŸ˜…✌ eh salah ding, nek remukan paru goreng mah tetep aja worth it yaaa... haha.

Menutup sejenak chat dan kemudian wudhu serta dilanjut sholat dan berdoa. Selepas itu, mata yang masih terjaga ini menyegerakan untuk membuat tugas. 

Hampir selesai playland Alza, hanya tinggal beberapa sentuhan cantik dari mamaknya, hari ini membeli puzzle angka dan huruf, yang akan disusun di dinding, tapi belum eksekusi, karena maghrib si kk dan adek sudah nyaman dalam mimpinya.

Ada sebuah project baru yaitu merubah garasi kami menjadi gudang barang. Jadi, kamipun hariini sibuk mencari karpet plastik, dan alhamdulillaah sudah terpasang rapih di sana. Tinggal mencari tukang untuk membuat cabinet dan penyekat ruangan. Ini project saya dan suami, karena atas segala permasalah-permasalahan sebelumnya, kami telah memutuskan kantor di pindah ke rumah.

Sesi foto hari ini tidak dilakukan karena keburu gelap. insyaa allah di pembahasan berikutnya akan dicantumkan.

Untuk one day one project kk, hari ini lagi-lagi ia ingin mewarnai, lalu menyusun puzzle masha and the bear. (lagi-lagi tak ada foto) πŸ˜₯πŸ˜₯😣

Semoga setiap ikhtiar kita membuahkan pahala yang di catat sebagai amal kebaikan.

Aamiin.
Alhamdulillaahilladzi bini'matihi tatimush shalihat.

🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝🐞🐝

#TantanganFamPro
#KelasBunSayIIP
#IIPSoloraya
#harike-7

ALIRAN RASA GAMES LEVEL 5 KELAS BUNSAY #2 KOORDI IIP by. Defi Sulistyana “Yang Tak Terlupakan” Bismillaah, Ramadhan seakan ...